Mafia BBM Solar Sudah Lama beroperasi di Sibolga/Tapteng, Libatkan Pengusaha Dan "Aparat"

Mafia BBM Solar Sudah Lama beroperasi di Sibolga/Tapteng, Libatkan Pengusaha Dan "Aparat"
Keterangan Foto : truk truk tangki biru yang bertuliskan industri hampir setiap hari hadir di tangkahan tangkahan tertentu suplay BBM Solar, apakah ini benar BBM industri? Ist.

Sibolga, Pijar Tapanuli - Ditangkapnya KM Cahaya Budi Makmur oleh satpolair polres Sibolga, dengan barang bukti yang disita 60 ton BBM Solar dan 6 tersangka, justru mulai membuka tabir adanya Mafia BBM Solar yang sudah cukup lama beroperasi di kota sibolga dan Tapanuli tengah terutama dibidang perikanan.

Kapolres Sibolga, AKBP Taryono Raharja dalam konfrensi persnya selasa (20/9) di halaman Mapolres Sibolga mengatakan bahwa pihaknya sudah melaksanakan olah tkp serta mengamankan barang bukti, memeriksa pelaku dan saksi saksi  melengkapi proses penyelidikan dan gelar perkara, kemudian rencana tindak lanjut.

"Kami sudah menetapkan 6 orang tersangka dan tetap akan melakukan proses pemeriksaan kepada pihak pertamina, sampel BBM solar sudah diambil, saat ini masih dalam proses pemeriksaan pertamina di Medan, kemudian kami akan melakukan pengembangan kepada tersangka lain, tersangka V, WG dan BD, Kemudian pemeriksaan saksi ahli dari BIO MIGAS, pemeriksaan laboratories dari BBM yang kami duga Solar," Jelas Kapolres.

Lanjutnya, barang bukti yang disita, screenshot HP dari tersangka ST, disini ada chat atau bukti percakapan tentang pemesanan dan pembayaran dari BBM yang kami duga solar. Kemudian chat dari sdr BD kepada tersangka ST tentang pemesanan BBM termasuk pembicaraan harga dan bukti transfer yang sudah dilakukan oleh tersangka BD, dari HP nahkoda, Surat pengantar tentang pengiriman BBM dari Medan menuju Sibolga (masih akan didalami apakah ini syah atau tidak, nanti ada saksi yang akan melihat apakah surat pengantar ini dinyatakan syah atau tidak oleh pihak pertamina).

Dari barang bukti yang disita oleh kepolisian timbul pemikiran, kenapa mobil tangki pengangkut BBM solar warna biru yang bertuliskan untuk industri hampir setiap hari hadir di sibolga/tapteng? Jika mengacu pada kebijakan pertamina yang membedakan harga BBM solar subsidi dan harga BBM industri sangat jelas bahwa di kota sibolga ada Depo pertamina yang menjual BBM solar untuk harga industri, namun dari penelusuran pijar Tapanuli, sungguh langka ditemukan adanya DO dari pengusaha ikan sibolga tapteng untuk mengambil BBM solar industri dari depo  pertamina sibolga.

"Lalu kebutuhan bbm solar untuk kapal kapal penangkap ikan itu diambil dari mana?" Jelas salah seorang pemerhati perikanan M Silalahi, senin (3/10).

Menurut dia, inilah yang dimainkan oleh mafia BBM Solar yang selama ini main di kota sibolga/tapteng terutama untuk mensuplai solar bagi kapal kapal penangkap ikan yang sudah berlangsung lama didaerah ini. Jika mereka ambil BBM  industri, harganya tentu akan menambah biaya yang akan mereka tanggung untuk pergi sekali melaut.

Dari keterangan para tersangka yang ditangkap oleh petugas kepolisian  disinyalir BBM solar yang diangkut oleh mobil tangki pertamina berwarna biru bertuliskan untuk industri ternyata kuat dugaan bukan merupakan DO BBM industri yang dibeli dari depo pertamina luar kota, itu merupakan pengelabuan yang dibuat oleh mafia BBM Solar, dan ini sudah berlangsung cukup lama dan menjadi lahan empuk untuk mencari keuntungan bagi para pelaku mafia BBM solar di kota sibolga dan Tapanuli tengah yang memiliki pangsa pasar yang besar untuk kebutuhan solar bagi kapal kapal penangkap ikan yang tidak mampu membeli BBM Solar industri.

Menurut keterangan kadis DKP Kota Sibolga Anwar Sadat, saat dikonfirmasi pijar tapanuli melalui HP, senin (3/10) mengatakan bahwa jumlah kapal penangkap ikan yang urus ijin untuk GT 5 kebawah ada sekitar 100 an unit.

"Ada kurang lebih 100 an unit kapal kapal penangkap ikan yang urus ijin terutama GT 5 kebawah," jelas kadis.

Jika hal yang sama juga terjadi di tapteng untuk pengurusan ijin berarti ada kurang kebih 200 an kapal kapal penangkap ikan yang membutuhkan BBM solar untuk bisa beroperasi mulai GT 5 Kebawah yang ditaksir kebutuhan nya 2 hingga 4 drum sekali operasi, jika 1 drum 200 liter berarti sekali melaut berapa BBM solar yang dibutuhkan, dan itu masih GT 5 kebawah, lalu GT 6 hingga 30, jika diglobalkan mencapai 200 an kapal penangkap ikan tentu kebutuhan solarnya kebih besar, berapa lagi kebutuhannya sekali melaut  dan Gt diatas 30 jika di taksir jumlahnya mencapai 100 kapal penangkap ikan jika ditotal 500 an kapal penangkap ikan, sudah berapa kebutuhan BBM solar untuk ini semua dari mana mereka mendapatkan solarnya???

Pantasan wakil ketua DPRD Sibolga jamilzeb Tumori dalam pandangan umumnya mengatakan ada 1.700 ton BBM illegal beredar di tengah laut sibolga.

"Ada sekitar 1.700 ton BBM illegal beredar ditengah laut sibolga dan ternyata memang terbukti benar," Jelas jamil baru baru ini.

Lalu, siapa saja para pelaku-pelaku ini? 
Dari pengakuan para tersangka, ada disebut nama pelaku dari medan inisial WG dengan dipesan oleh BD dari jakarta melalui tersangka TST yang sudah didalami oleh pihak kepolisian, dan jikalau memang kedua tersangka ini dapat diamankan, tidak tertutup kemungkinan pelaku pelaku lainnya yang berada di sibolga dan tapanuli tengah ikut terseret ke pusaran ini.

"Ada kemungkinan beberapa pengusaha lain di kota sibolga ikut terlibat didalamnya, tidak tertutup kemungkinan jika pihak kepolisian sampai bisa mengamankan pelaku pelaku di medan dan di jakarta ini untuk membuka tabir mafia BBM Solar di sibolga tapteng  yang hingga saat ini transaksi bbm illegal ini masih tetap berjalan, walaupun telah ada ditangkap pelaku dan barang buktinya," jelas M Silalahi.

Lanjutnya, lalu siapa saja para pelaku ini? Tentu melibatkan para pengusaha  yang sehari hari bisa kita jumpai di kota sibolga, serta keterlibatan oknum oknum aparat tertentu yang ikut memback upnya.(Tim)