Terkait Pembekuan HNSI Sibolga, Azlinda: Selagi Surat Belum Ada Ditangan, Saya Tidak Mengakuinya.

Terkait Pembekuan HNSI Sibolga, Azlinda: Selagi Surat Belum Ada Ditangan, Saya Tidak Mengakuinya.
Keterangan Foto : Azlinda Hutagalung Saat menunjukkan Surat. Doc/Pijar Tapanuli

Sibolga, Pijar Tapanuli - Terkait adanya statemen Komandan Lanal Sibolga di salah satu media On-Line, yang menyatakan bahwa DPC HNSI Kota Sibolga telah dibekukan, Menurut Ketua HNSI Kota Sibolga Azlinda Hutagalung, kamis, (16/11/2023) Di Sibolga mengatakan Bahwa Selagi Surat Belum Ada Ditangannya, dirinya Tidak mengakui adanya pembekuan kepengurusan HNSI Kota Sibolga.

"Terlebih dahulu saya memohon maaf karena hingga dititik ini saya belum ada menerima sk pencabutan mandat itu, apa itu pencabutan mandat? Belum pernah menerima, namun saya pernah menerima yang di PDF kan oleh sekretaris DPD HNSI Sumut ke saya, itu ketika saya perbesar, itu tanda tangan scan dan yang anehnya tidak ada kesalahan SP1, SP2 tiba tiba ada pencabutan SK,"Jelas Linda.

Dirinya kurang tahu juga apa kesalahannya, hingga tiba tiba dibekukan. Dirinya mempersilahkan wartawan untuk konfirmasi ke ketua DPD HNSI Sumut, sesuai periodesasinya, kepengurusan HNSI sibolga mulai tahun 2021 dan berakhir 2026. Tapi mau dibekukan apa ngak, mau dicabut apa ngak, ngak masalah buat dirinya.

"Mohon maaf bukan HNSI yang ngasih saya makan, justru uang saya yang habis untuk HNSI, Saya bukan mengungkit disini, bukan, sebenarnya mengurus HNSI itu, saya anggap amal jariyah saya, itupun tanpa kesalahan, tanpa ada surat peringatan, ada seperti itu, orang orang pintar kan susah kita lawan. Itupun setelah saya periksa dimobil dan bisa saya tunjukkan pada anda, tidak ada yang namanya DPC HNSI Kabupaten sibolga, yang ada DPC Kota Sibolga, itu yang saya tahu. Itulah yang di WA kan kesaya. Saya sudah mempertanyakan, sudah ini, sudah itu, yach sudahlah, ngak penting kalilah, Tuhan itu kna adil,"Tegasnya.

Terkait pernyataan Danlanal Sibolga yang menyatakan HNSI Sibolga sudah dibekukan, itulah yang ngak diketahui dirinya, tahu darimana beliau dapat informasi tersebut, namun diskuinya ada pernah di wa kan ke hpnya dan itu sudah diprintnya, dan sudah dirapatkan dengan rukun rukunnya dan rukun rukunnya tersebut mau membantah namun dia mengatakan, sudahlah, ini kan pengabdian, bukan cari cari duit di HNSI, Justru jadi repotnta. Menurut Dia kalau ngomong itu ada bukti, ada fakta. 

"Menurut saya, dalam surat undangan silaturahmi nasional ada tanda tangan itu di scan dan ini tidak ada panitia, hanya sekedar contoh surat sebenarnya. Ada wacana akan dibuat silaturahmi nasional, nah dibuatlah panitia ini, ketua DPC kabupaten Sibolga, saya pun tanya kenapa kabupaten Sibolga, ini hanya sekedar contoh, maksud mereka, dibuatlah di group . Saya tanya kepada zulfahri kemarin, ketua DPD HNSI Sumut, karena ada tanda tangannya, dikatakannya bahwa ini acara tidak terlaksana kemarin," kata Linda.

Karena tidak terlaksana, dirinya tidak pernah menghadiri dan tidak pernah membuat, tidak pernah rapat, kok bisa dibekukan, ini pembekuan sk dari DPP yang tugasnya melaksanakan munas justru bertugas mencabut atau membekukan SK, ini dia(sambil menunjukkan surat surat tersebut) memutuskan, mencabut kabupaten Sibolga, bisa dilihat kan? Kan kabupaten Sibolga kan (sambil memperlihatkan). Dirinya sudah membantah bahwa kabupaten sibolga itu tidak ada. Terkait pernyataan Danlanal Sibolga, tentang pembekuan HNSI Sibolga, menurut Azlinda, dirinya tidak tahu. 

"Silahkan tanya sama dia langsung. DPP Tidak berwenang untuk membekukan saya, karena yang memilih kan rukun rukun saya, kecuali rukun rukun saya mosi tidak percaya pada saya, baru dilaksanakan muscab, mungkin ada tembusan saya ngak tahu, yang jelas mungkin tembusan kota sibolga, tapi surat suratnya kabupaten, saya tanya lagi, ada ngak kabupaten Sibolga, jawabnya tidak, ya sudah, itu berarti surat ini kita anggap tidak syah," tegas Linda

Lanjut Azlinda, Dirinya tidak pernah merasa ada masalah dengan orang lain ternasuk Danlanal sibolga. Semua yang dianggapnya mau berteman dengan dirinya, dia anggap sebagai teman, kalau ada yang tidak mau berteman dengannya, apa boleh buat.kalau orang benci sama dirinya, mana Dia tahu. Hubungan selama ini dengan Danlanal Sibolga alhamdulilah bagus.

"Setahu saya ya, tapi kalau yang seperti yang kalian tanya yang diberitakan, saya tidak bisa jawab. Kalau salah jawab saya nanti, kan bumerang bagi diri saya," terang Dia.

Terkait penangkapan kapal, menurut Linda, Danlanal itu orang baik, tidak mungkin mengambil kebijakan tanpa memikirkan akibatnya, mana yang terbaik menurut beliau, dia lebih tahu daripadanya. Kalau Dia ini tidak petugas, ngak bisa seenaknya dengan aturan ini, Dia percaya Danlanal Sibolga akan memutuskan yang terbaik.(son)