Bànjir Bandang Landa Desa Bàir hingga rata, 7 Oràng Hilang, Desa Aloban Tergenang, 4 orang Hilang

Bànjir Bandang Landa Desa Bàir hingga rata, 7 Oràng Hilang, Desa Aloban Tergenang, 4 orang Hilang
Keteràngan Foto : Desa Bàir Rata dengàn tanah. Milson silalahi/Pijar Tapanuli

Tapian Nauli, Pijar Tapanuli - Hujan yang melanda kota Sibolga dan Tapanuli tengah selama kurang lebih seminggu dengan puncaknya selasa dàn rabu (25 dan 26/11/2025) mengakibatkan desa Bair kecamatan Tapian Nauli kabupaten Tapanuli tengah rata dengan tanah. Akibat banjir dan tanah longsor disekitar desa tersebut, hingga saat ini, selasa (2/12/2025) korban jiwa 7 orang warga Bair masih tertimbun tanah dan masih belum ditemukan. 

Sementara itu, desa Aloban yang berada dibawah desa Bàir juga tergenang banjir hingga rumah penduduk ada yang tersapu, dan tergenang setinggi rumah rumah penduduk. Dan korban jiwa 4 orang, 1 orang bermarga Pasaribu saat ditemukan masih dalam kondisi masih hidup namun akhirnya korban tidak bertahan hidup, sementara 3 orang lagi satu keluarga marga simanungkalit (Bpk Pàrandi) beserta istri dan anak hingga saat ini (selasa 2/12/2025) masih terus dilakukan pencaharian. 

Sedàngkan satu desa lagi yakni desa Mela dolok yang berada diatas desa Bair jadi terisolasi akibat jalan menuju desa tersebut sudah hancur, sehingga para penduduk desa tersebut harus mengungsi ke desa mela 1 kecamatan Tapian Nauli dengan berjàlan kaki.

Informasi yang berhasil dihimpun wartawan pijar Tapanuli, pada saat kejadian, air sungai yang berada diatas desa bair yang sebelumnya mengalir sesuai aliran sungai, meluap karena adanya batang batang kayu besar yang menghalangi aliràn sungai hingga debit air menjadi tinggi dan sebahagian terpecah mengalir menerjang pemukiman penduduk ke sebelah kanan sungai hingga menghàncurkan rumah rumah penduduk.

Sementara aliran sungài yàng sebelumnya terhalang sebelah kiri sungai akhirnya terbuka dengan debit air yang yang besar membawa batang kayu dàn batu batu besar langsung menerjang rumah rumah penduduk di sebelah kiri sungai dàn hingga saat ini kondisi desa tersebut telah rata dengan tanah, sementara air yang besar tersebut meluncur turun menuruni aliran sungai, namun karena besarnya debit air,  akhirnya meluàp menuju rumah penduduk di desa Aloban hingga menggenangi rumah penduduk. 

Sebelum terjadinya banjir bàndang di Desa Bair, karena kewaspadaan, para warga masih sempat mengungsi untuk menyelamatkan diri. Namun ada 7 orang warga yang tidak sempat ikut menyelamatkan diri dàn masih berada didalam rumah, akhirnya ikut tersapu oleh banjir bandang itu. 

Ketujuh korban yang hingga saat ini, selasa (2/12/2025) masih belum ditemukan, suami istri, bapak fitri Silalahi dan istri uma Fitri br Hutagalung, kemudian Bapak dan anak jetta Huta barat dan anaknya, jecky Huta barat, kemudian bapak dan anak Rademel Tarihoran dengan anaknya Marramot tarihoran, dan Elkana huta Gàlung Mertua Bp mariston Silalahi.

Menurut penuturan warga Bair yang saat ini masih berada di pengungsian, Bp Enjel Silalahi, sàbtu (27/11/2025) kepada wartawan mengatakan saat ada pemberitahuan akan adanya bahaya air bandàng tersebut, anak dàn menantu korban Bp dan uma Fitri mengajak keduanya untuk ikut menyelamatkan diri, namun karena Bp Fitri dalam kondisi tidak bisa berjalan lagi, Dia pasrah untuk tidak ikut menyelamatkan diri.

"Mendengar suaminya pasrah tidak ikut menyelamatkan diri, uma fitri menyuruh anaknya dan menantunya untuk segera pergi menyelamatkan diri, sementara Dia sendiri akan menemani suaminya. 'Ikkon hu dongani do bapa mon, alo ma hami di jabu on, Molo na ikkon mate pe hami, alok ma rap mate hàmi nadua', akhirnya keduanya tersapu oleh air dan tertimbun tanah longsor," tutur bp enjel Silalahi, menirukan ucapan kakaknya uma fitri sàat itu.

Menurut penuturan salah seorang warga Bair yang selamat dari musibah tersebut Jhon P Silalahi, senin (1/12/2025) menyampaikan bahwa saat ini, warga Desa bair dan  Aloban yang mengungsi tersebut ditampung di gereja HKI dan SDN hajoran desa tapian nauli IV kecamatan Tapian nauli. 

"Kami sàngat berharap adanya bantuan dàri para dermawan yang peduli dengan nasib kami, sebab saat terjadinya bencàna tersebut, kami hanya dapat menyelamatkan diri dengan baju yàng masih melekat dibadan. Kami juga berharap para korban dapat ditemukan untuk dàpat dikebumikan selayaknya," jelas Dia. (7la)